Senin, 28 Agustus 2017

TAK ADA YANG ANGKAT TANGAN!!!

(Kisah nyata anak Gaza)

By Ka Wawan Herman Husdiawan

Ini kisah nyata tentang anak anak TK (Taman Kanak Kanak) di Gaza, Palestina. Cerita ini dituturkan oleh Ka Bambang Bimo Suryono salah seorang pencerita muslim terbaik juga guru saya yang pernah ke jalur Gaza beberapa waktu lalu. 

Begini kisahnya, suatu hari Ka Bimo mendatangi TK di jalur gaza untuk menyalurkan bantuan dari Indonesia. Sekolah yang didatangi bernama TK Annajmul Quran ( TK Bintang Quran). Sekolah ini terdiri dari 7 orang guru yang kesemuanya hafal Quran. Murid mereka berjumlah 163 orang anak yang merupakan anak yatim piatu korban perang.

Saat didatangi dan dibawakan bantuan tak satupun dari 163 anak korban perang yang menengadahkan tangan untuk meminta (mengemis), "Saya minta, saya minta roti!" Kalimat seperti ini sama sekali tidak ada. Mungkin tidak ada kamus meminta bagi anak anak palestina. Padahal mereka sangat layak diberi, betul?

Lalu saat Ka Bimo hendak bercerita pada anak TK disana. Beliau mengawali dengan memberikan beberapa pertanyaan, 

"Siapa diantara kalian yang ingin jadi dokter?" Tanya Ka Bimo 

Ada tiga anak perempuan yang malu malu mengangkat tangan ingin jadi dokter.

"Siapa yang ingin jadi pemain sepak bola?" Tanya Ka Bimo lagi. 

Riuuuuuh 6 - 7 anak anak laki laki ankgat tangan. 

"Saya, saya, saya" Teriak mereka semangat. 

Ketika ditanya keinginan menjadi penyanyi, juga jadi presiden tak satupun angkat tangan. Awalnya Ka Bimo sempat berprasangka buruk bahwa anak palestina sudah tidak berani bemimpi.

Lalu pertanyaan terakhir, ini paling menarik dan banyak hikmahnya untuk kita.

"Siapa yang ingin syahid fisabilillah?" Tanya Ka bimo dengan penuh semangat. 

Mungkin anda mengira akan banyak anak anak TK yang rata rata sudah hafal Quran itu angkat tangan, betul? 

Tapi nyatanya tidak ada satupun diantara mereka yang angkat tangan, tidak ada! 

Anak anak soleh, dan soleha para penjaga Al Aqsa itu tidak sekedar angkat tangan tapi mereka semua kompak, tanpa aba aba, tanpa komando, mereka semua tanpa terkecuali spontan berdiri sambil kepalkan tangan dan berseru, 

"Aku mau syahid, aku mau syahid, aku mau syahid 😭" 

Jawaban itu diteriakkan lantang dengan penuh keyakinan, 

"Aku mau syahid menyusul ayahku di syurga, aku mau syahid seperti pamanku, aku mau syahid seperti kakakku 😭" 

Kata kata itu diteriakkan keras dan tanpa ragu dari lisan penghafal Quran yang masih alfa tanpa dosa. Seketika Ka Bimo mundur, tak tahan tangisan beliau pun pecah, dadanya guncang karena mendengar dan menyaksikan cita cita tertinggi mereka yaitu syahid fisabilillah. Bukankah ini impian tertinggi seorang mukmin? Dan itu diteriakkan oleh anak tak berdosa dengan mata merah menyala tanda keberanian yang luarbiasa.

Tidak selesai sampai disitu, Ka Bimo bertanya lagi, 

"Siapa yang ingin syahid lebih dahulu?" Kali ini jawaban mereka lebij dahsyat lagi

"Saya saya saya!" Teriak mereka sambil kepalkan tangan bahkan anak anak yang tadinya hanya berdiri kini naik ke kursi agar lebih terlihat oleh penanya bahwa impian tertinggi mereka adalah syahid fisabilillah lebih awal. 😭

Siapa yang tidak merinding, berguncang dan menangis menyaksikan peristiwa yang mungkin tidak terjadi di tempat lain selain di bumi Allah Palestina.

Ayah bunda, bagaimana menurut anda kejadian ini?

Pertanyaannya kira kira bagaimana cara mereka dididik? Apa yang dilakukan orangtua mereka? Sehingga masih TK saja sudah sedemikian indah cita citanya. Mati syahid itu kalau benar niat dan caranya pasti garansi syurga,anak palestina paham ini. Sejatinya semua yang mengaku beriman pada Allah cita citanya adalah syahid fisabilillah.

Sekali lagi kira kira apa yang dilakukan orangtua palestina dalam mendidik anaknya? 

Entahlah, satu hal yang saya tahu ini saya dengar dari seorang ayeikh asal palestina saat kunjungannya ke NTB. Beliau mengatakan ada dua ruh utama bagaimana anak Palestina dididik orangtuanya:

1. Al Quran 

Sejak 0 tahun sudah didengarkan Al Quran, diajarkan Al Quran dan didik dengan Al Quran.

2. Kisah Kisah 

Anak anak disana dikisahkan cerita dari Al Quran, dikisahkan cerita para nabi, sahabat dan orang orang soleh terdahulu. Ini sangat merasuk dijiwanya.

Ujar salah seorang syeikh palestina. Sudah kah kita sungguh sungguh melakukan dua hal diatas?

Ahhhh membayangkan semua anak anak Taman Kanak Kanak tanpa dikomandoi bercita cita mati syahid demi agamanya itu sungguh sangat istimewa.

Semoga buah hati kita kelak memiliki ruh Al Quran, dan menjadi pejuang Al Quran seperti anak anak palestina. Aamiin.

Selengkapnya...

Tulisan, Prof. Dr. Bj. Habibie. Kismadi

Ada yang memiliki ke cukupan harta dan benda, tapi dia di beri sakit yang parah,
.
Ada yang memiliki istri yg cantik, tapi dia di beri rumah tangga yg setiap hari cek-cok,
.
Ada yang suami - istri keluarganya lengkap di beri anak yg lucu2 dan sehat, tapi kelurganya, ayah-ibu, adik-kakaknya berantakan,
.
Ada yang memiliki pasangan penyabar dan penyayang, tapi dia masih merindukan momongan,
.
Ada yg memiliki suami tampan dan karier yg mapan, Tp dia juga sering merasakan perangai suaminya yg kasar dan kurang perhatian,
.
Ada yang memiliki semunya hampir sempurna, tapi dia tidak mendapat kesolehan dan merasakan manis nya ibadah,
.
Maka yakinlah bahwa setiap orang yang memiliki kelebihan pasti ia juga memiliki kekurangan,
.
Tidak ada yang sempurna..

.Belum tentu semua yang terlihat indah serta manis di luarnya, seperti itu juga di dalamnya,
.
Andai saja kita dpt mengetahuinya, pasti kita akan banyak bersyukur kepada Allah yang telah menjadikan diri kita seperti ini tanpa melirik dan mengharapkan kehidupan orang lain yang kita idam-idamkan.
.
Boleh jadi ketika kita mengetahui keadaan yang sebenarnya, kita akan berdoa kepada Allah agar jangan di beri ujian yang sama seperti diri dia.
.
Jadi sekali lagi tidak perlu iri dengan kehidupan orang lain, karena apa yang sekarang kita jalani itu adalah rezeki yang terbaik dan ternikmat yang Allah anugerahkan kepada kita,
.
Banyak hal yg baik dalam diri setiap manusia, namun kadang kita lupa mensyukuri nikmat itu,
.
Maka banyaklah bersyukur atas keadaan mu yg sekarang ini, Karena jika Allah menghendaki maka semua jg akan berubah.
.
Semoga Allah senantiasa menolong kita untuk bisa menjadi hamba-hambaNya yang banyak bersyukur. aamiin.

Selengkapnya...

Rabu, 23 Agustus 2017

Rizki-ku ada di langit, bukan di tempat kerja.!

⁠⁠⁠Belajar Tawakal Kepada Putri 10 Tahun ...

Hatim Al Ashom rahimahullah, Ulama besar muslimin, teladan kesederhanaan dan tawakal.

Hatim rahimahullah, suatu hari berkata kepada istri dan 9 putrinya bahwa ia akan pergi untuk menuntut ilmu. 

Istri dan putri-putrinya keberatan. Karena siapa yang akan memberi mereka makan.

Salah satu dari putri-putri itu berusia 10 tahun dan hapal Al Quran. 

Dia menenangkan semua: "Biarkan beliau pergi. Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"

Hatim pun pergi
Hari itu berlalu, malam datang menjelang ...

Mereka mulai lapar. Tapi tidak ada makanan. Semua mulai memandang protes kepada putri 10 tahun yang telah mendorong kepergian Ayah mereka.

Putri hapal Al Quran itu kembali meyakinkan mereka: "Beliau menyerahkan kita kepada Dzat Yang Maha Hidup, Maha Memberi rizki dan Tidak Pernah mati!"

Dalam suasana seperti itu, pintu rumah mereka diketuk. Pintu dibuka. Terlihat para penunggang kuda. 
Mereka bertanya: 
"Adakah air di rumah kalian?"

Penghuni rumah menjawab: 
"Ya, kami memang tidak punya apa-apa kecuali air".

Air dihidangkan. Menghilangkan dahaga mereka. 

Pemimpin penunggang kuda itu pun bertanya: 
"Rumah siapa ini?"

Penghuni rumah menjawab: "Hatim al Ashom". 

Penunggang kuda terkejut: "Hatim, ulama besar muslimin.."

Penunggang kuda itu mengeluarkan sebuah kantong berisi uang dan dilemparkan ke dalam rumah dan berkata kepada para pengikutnya: 
"Siapa yang mencintai saya, lakukan seperti yang saya lakukan.."

Para penunggang kuda lainnya pun melemparkan kantong-kantong mereka yang berisi uang. Sampai pintu rumah sulit ditutup, karena banyaknya kantong-kantong uang. 
Mereka kemudian pergi.

Tahukah antum, siapa pemimpin penunggang kuda itu...?

Ternyata Abu Ja'far Al Manshur, Amirul Mukminin.

Kini giliran putri 10 tahun yang telah hapal Al Quran itu memandangi ibu dan saudari-saudarinya. Dia memberikan PELAJARAN AQIDAH yang sangat mahal sambil menangis, dia berkata:

" JIKA SATU PANDANGAN MAKHLUK BISA MENCUKUPI KITA, MAKA BAGAIMANA JIKA YANG MEMANDANG KITA ADALAH AL KHOLIQ ..!! "

*
Terimakasih Nak, kau telah menyengat kami yang dominasi kegelisahannya hanya urusan dunia.

Hingga lupa ada Al Hayyu Ar Rozzaq ...

Hingga lupa jaminan- Nya: 
"dan di LANGIT lah RIZKI kalian ..."

Bukan di pekerjaan ...
bukan di bank ... 
bukan di kebun ... 
bukan di toko ... 
tapi ...
DI LANGIT !!

Hingga kami lupa tugas besar akhirat,

اللهم لا تجعل الدنيا أكبر همنا

"Duhai Allah, jangan Kau jadikan dunia sebagai kegundahan terbesar kami ..."

✒ الفَقيْر إلَىٰ عفو رَبِّه

Barakallāhu fiykum 

📝  Ustadz ZAENAL ABIDIN bin SYAMSUDDIN, Lc
Selengkapnya...

Kisah Maulid di Libanon

2017] Susamto: ⁠⁠⁠* 🌎 Merinding bacanya * 
Di manakah engkau Hai MUHAMMAD yang mengaku sebagai Nabi?
Assalaamu'alaikum wr.wb

KISAH NYATA SEORANG ANAK NASRANI YANG TERTEMBAK SAAT PERINGATAN MAULID NABI

Pada saat itu, di Libanon Selatan, kebiasaan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, mereka rayakan secara turun temurun dan selalu dimeriahkan dengan menembakkan senjata api ke atas untuk menunjukkan kegembiraan.

Ketika itu seorang anak Nasrani Dari keluarga Ghatas yang terkenal terlihat asyik menonton meriahnya peringatan Itu.

Tanpa disadari, sebuah peluru nyasar menembus kepalanya.

Anak itu pun jatuh tersungkur bersimbah darah dan seketika itu juga ibunya berteriak histeris.

Maka dengan segera anaknya dilarikan ke RS. GHASAN HAMUD.

Tetapi RSGH angkat tangan karena tidak mampu menangani pendarahan yg begitu hebat.

Lantas anak itu dirujuk ke RS. AMERIKA yang memiliki banyak dokter ahli dan spesialis.

Tapi begitu melihat kondisi anak itu mereka juga angkat tangan.

Karena panik penuh kecewa, ibu sang anak berteriak dengan kerasnya sambil berseru:

"Di manakah engkau Hai MUHAMMAD yang mengaku sebagai Nabi?

"Lihatlah apa yang dilakukan umatmu kepada anakku karena merayakan hari kelahiranmu"

Pada saat itu dokter kepala yang memimpin perawatan keluar ruangan menemui sang ibu dan memintanya agar melihat anaknya untuk yang terakhir kali.

Ibu nasrani itu dengan lemas dan dipapah masuk ke ruangan, diikuti dengan keluarnya para dokter.

Namun Keajaiban terjadi...

Ketika sang ibu sudah di dalam ruangan, ternyata dia melihat anaknya sedang duduk di tepi tempat tidur sambil berteriak:

"Tutup semua pintu dan jendela nya ibu!! Dia jangan diperbolehkan keluar!!

Antara percaya dan tidak Si ibu mendekati anaknya untuk memastikan kondisi anaknya.
Sungguh sesuatu yang tidak masuk akal.

Kondisi anaknya begitu sehat dan bugar serta tidak ada bekas luka tembakan sama sekali di kepalanya.
Apalagi bercak darah.

"Anakku apa yang terjadi..?“

"Ibu, dia datang mengelus kepalaku sambil tersenyum.“

“Siapa dia sayang"?

“MUHAMMAD…
Muhammad...Ibu.“ jawab anak itu...

Subhanallah.....

Ternyata, teriakan si ibu disambut oleh NABI AGUNG MUHAMMAD SAW.....

Beberapa menit kemudian...

Berkumpullah semua dokter untuk melihat kenyataan di hadapan mereka.

Maka ibu, anak dan semua dokter nasrani yang menyaksikan keajaiban tersebut saat itu juga mengikrarkan syahadat (masuk Islam).

"Kami bersaksi tiada Tuhan yang patut disembah kecuali ALLAAH dan Muhammad benar-benar utusan dan Hamba Allaah"

Ini kejadian nyata yang ditakdirkan oleh Allaah untuk menunjukkan keagungan junjungan kita Sayyidina Muhammad Shalallaahu 'alaihi wasalam

Tiada yang tidak mungkin bagi Allaah...!

Shallu 'Alan Nabi…!!!!

Kutipan - ceramah dari Ulama Libanon ...
Selengkapnya...

Selasa, 22 Agustus 2017

⁠⁠⁠🚿CARA MANDI RASULULLAH SAW

Cara mandi yang diajarkan oleh
Rasulullah SAW:

1. Bermula dari segayung siramkan
di telapak kaki.

2. Segayung di betis.

3. Segayung di paha.

4. Segayung di perut.

5. Segayung di bahu.

6. Berhentilah sejenak 5-10 detik.

👉Kita akan merasakan seperti 
angin yang keluar dari ubun-ubun
bahkan meremang, setelah itu
lanjutkan dengan mandi seperti
biasa.

✅Hikmahnya: Seperti pada gelas yang diisi air panas kemudian kita isi
dengan air dingin. Apa yang terjadi?
Gelas akan retak ⚡!!!

🚿Jika tubuh kita .... apa yang retak?
Suhu tubuh kita cenderung panas dan air itu dingin, maka yang terjadi jika kita mandi langsung menyiram pada badan atau kepala, angin yang harusnya keluar jadi terperangkap atau boleh membawa maut karena pecahnya pembuluh darah.

🚿Maka sebab itu kita sering menjumpai orang jatuh di kamar mandi tiba-tiba kena 'stroke'. Boleh jadi kita sering masuk angin karena cara mandi kita yang salah. Boleh jadi kita sering migrain karena cara mandi yang salah.

🚿Cara mandi ini baik bagi semua umur terutama yang mempunyai sakit diabetes, darah tinggi, kolesterol dan migrain/sakit kepala sebelah.
InSya Allah..

❤Selamat mempraktekan cara mandi Rasullullah SAW

Selengkapnya...

Minggu, 20 Agustus 2017

TAHUKAH KITA? (Mbak wastiti WA)

Bahwa ikan yg Ribuan tahun lalu menelan Nabi Yunus As itu ternyata masih hidup sampai sekarang, bahkan sampai hari kiamat

Hal ini sdh dijelaskan dalam al-Qur'an: andai Yunus itu Tidak Beristighfar, tentu ia akan tinggal dalam perut ikan tersebut sampai hari kebangkitan

Tahukah anda....?

Bahwa Janin Semasa dalam kandungan perut ibunya, dia dilihatkan perjalanan hidupnya mulai dr lahir Sampai Mati, karena itu, terkadang ketika kita berkunjung ke beberapa tempat yang baru, tp seolah tempat tersebut sudah tidak asing bagi Kita

Tahukah anda..?

Di saat Bersin, seluruh anggota tubuh kita berhenti berfungsi, Seolah Mati, ini terjadi dalam hitungan detik, setelah itu berfungsi normal kembali, inilah kenapa dalam islam di sunnahkan Membaca Alhamdulillah setelah bersin, sebagai ungkapan syukur atas berfungsinya kembali seluruh anggota badan Kita

Tahukah anda..?

Menguap itu bukan tanda bahwa kita Mengantuk tapi itu adalah pertanda bahwa tubuh kita Butuh Tambahan Oksigen

Tahukah anda..?

Bahwa Memakan kurma dalam jumlah Genap itu akan menghasilkan gula darah, karena itu Rasulullah menganjurkan kita untuk memakannya dalam jumlah Ganjil, agar berubah menjadi Karbohidrat

Tahukah Anda..??

Bahwa Tepat setelah dikumandangkannya Azan itu adalah waktu yang mustajab untuk Berdoa

Tahukah anda...?

Dimana Dosa-dosa kita diletakkan Ketika kita Sholat..?

Nabi Muhammad SAW Bersabda: "Sesungguhnya Seorg Hamba Ketika Menunaikan Sholat, dia membawa serta semua Dosa-dosanya, Kemudian Dosa-dosa itu d taruh di atas Kepala & Kedua Pundaknya, maka ketika tiap kali ia Ruku' atau Sujud Berjatuhanlah dosa-dosa tersebut". Wahai org2 yg biasa Tergesa-gesa dalam Shalatnya, tenanglah & Tahanlah lebih lama ruku' dan Sujud Mu, Agar lebih banyak lagi Berguguran Dosa-dosamu

Tahukah anda...?

Diceritakan ada seorang Wanita Sholeha yg Meninggal, maka tiap kali penduduk desa Ziarah Kubur, Mereka Mencium Harumnya Mawar dr dalam Kubur, Kemudian Suaminya Menjelaskan, bahwa istrinya itu semasa hidup selalu membaca surah Al-Mulk, setiap mau tidur..Sesungguhnya surat Al-Mulk itu Menyelamatkan dari siksa Kubur

Tahukah anda...?

Ketika Kita membaca ayat Kursi tiap usai shalat, maka tidak ada penghalang antara kita dan Surga Kecuali Maut

Tahukah Anda....?

Bahwa Para Malaikat mendoakan kita ketika usai shalat, karena itu jangan terburu untuk beranjak dari Posisi duduk shalat kita

Semoga Bermanfaat⁠⁠⁠⁠
Selengkapnya...

Kamis, 03 Agustus 2017

 ⁠⁠⁠💠🌺💠 KENAPA WANITA BANYAK MASUK NERAKA❓

✅ Cukup jawabannya bisa disimak dalam hadits berikut. Seselesainya dari shalat Kusuf (shalat Gerhana), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda menceritakan surga dan neraka yang diperlihatkan kepada beliau ketika shalat,

 وَرَأَيْتُ النَّارَ فَلَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ مَنْظَرًا قَطُّ وَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاءَ. قَالُوا: لِمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: بِكُفْرِهِنَّ. قِيْلَ: يَكْفُرْنَ بِاللهِ؟ قَالَ: يَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ وَيَكْفُرْنَ اْلإِحْسَانَ، لَوْ أَحْسَنْتَ إِلىَ إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ، ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ: مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ

“Dan aku melihat neraka. Aku belum pernah sama sekali melihat pemandangan seperti hari ini. Dan aku lihat ternyata mayoritas penghuninya adalah para wanita.” Mereka bertanya, “Kenapa para wanita menjadi mayoritas penghuni neraka, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Disebabkan kekufuran mereka.” Ada yang bertanya kepada beliau, “Apakah para wanita itu kufur kepada Allah?” Beliau menjawab, “(Tidak, melainkan) mereka kufur kepada suami dan mengkufuri kebaikan (suami). Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang istri kalian pada suatu waktu, kemudian suatu saat ia melihat darimu ada sesuatu (yang tidak berkenan di hatinya) niscaya ia akan berkata, ‘Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu’.

” 📚 (HR. Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907). ➡ Yang dimaksud kufur dalam hadits bukanlah maksudnya keluar dari Islam. Namun yang dimaksud adalah kufronul huquq, yaitu istri tidak mau memenuhi kewajiban terhadap suami. Jadi maksudnya bukanlah kufur terhadap Allah. Ini menunjukkan celaan bagi wanita yang dimaksud dalam hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 192. 

✅ Jadi, maksud hadits adalah celaan untuk wanita yang tidak mau bersyukur pada pemberian suami. Bahkan ini yang jadi sifat wanita, jika ia tidak diberi sekali padahal sudah sering keinginannya dipenuhi oleh suami, maka ia akan menggelari suaminya dengan gelarang suami yang pelit. Wanita itu berkata, “Aku sama sekali belum pernah melihat kebaikan darimu.” Hujan setahun benar-benar tidak teranggap dikarenakan adanya kemarau sehari. 
🌺 Adapun wanita shalihah yang taat pada suami dan rajin melakukan ibadah ketaatan, tentu akan dibalas dengan pahala melimpah. Keutamaannya disebutkan dalam hadits berikut. إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ 

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih). 

Kami turut mendoakan, جعلنا اللهُ و السائلةَ من أهل الجنّة ، و ختم لنا بالحسنى . آمين . “Moga Allah menjadikan kita jalan menjadi ahli surga dan diberikan akhir hidup yang baik. Aamiin.”
Selengkapnya...

 ⁠⁠⁠💠🌺💠 TAHUKAH ANDA...❓

Amin, Aamin, Amiin, Aamiin, Ataukah Amien⁉

⛔ BANYAK orang yang salah dalam penulisan kata ini.

Ada yang menulis amin, aamin, amiin, atau mungkin amien.

✅ Berikut penjelasannya dalam Bahasa Arab, ada 4 perbedaan kata ini, yaitu:
1⃣ Amin (alif dan mim pendek) artinya : aman,tentram.
2⃣ Aamin (alif panjang dan mim pendek) artinya : meminta perlindungan keamanan.
3⃣ Amiin (alif pendek dan mim panjang) artinya : jujur terpercaya. 
4⃣ Aamiin (alif dan mim panjang) artinya : ya Allah kabulkanlah do’aku. 

Bagaimana dengan amien❓ ➡ Sebisa mungkin hindari atau jangan pernah menulis dengan kata amien. Karena kata amien di ucapkan oleh penyembah berhala. 

✅ Jadi, penulisan yang benar adalah aamiin (ya Allah kabulkanlah doa’ku). Selengkapnya...

Senin, 31 Juli 2017

🌹 ANUGRAH TERINDAH 🌹

Teman yang shalih adalah anugrah yang Allah berikan kepada anda. Teman yang shalih adalah kenikmatan dunia dan akhirat. Alangkah bahagianya jika anda bisa bergaul bersama teman yang shalih karena merupakan lingkungan yang baik bagi anda yang in sya Allah manfa'atnya akan anda rasakan, di antaranya sebagai berikut : 
🔰 Tauladan anda Anda bisa mengikuti llmu, amal dan prilaku teman anda yang shalih. 
🔰 Cerminan anda Anda bisa mengoreksi aib-aib yang ada pada diri anda dan akhlak anda. 
🔰 Pengingat anda Anda terhalang untuk berbuat maksiat sewaktu bermajlis bersama teman anda yang shalih. 
🔰 Pembelaan Anda hadir ataupun jauh darinya, teman anda yang shalih menjaga kehormatan anda. 🔰 Kemanfa'atan do'a Anda mendapati kemanfaatan do'a teman anda yang shalih di masa hidup anda dan setelah kematian anda.

 Saudaraku ... Coba anda renungkan buah dan keberkahan duduk bermajlis bersama orang-orang shalih dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah -semoga Allah meridhainya- berkata : Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat (pencatat amalan -pen) mereka senantiasa mencari majlis-majlis dzikir, apabila mereka mendapati satu majlis dzikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia, lalu apabila para peserta majlis telah berpencar, mereka naik menuju ke langit. Beliau melanjutkan: Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka: Dari manakah kamu sekalian? Mereka menjawab: Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang tasbih, takbir, tahlil, tahmid dan memohon kepada Engkau.
Allah bertanya lagi: apa yang mereka mohonkan kepada-ku? Para malaikat menjawab: Mereka memohon surga-Mu.
Allah bertanya lagi: Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku? Para malaikat menjawab: belum wahai Tuhan kami. 
Allah berfirman : apalagi seandainya mereka telah melihat surga-Ku? Para malaikat berkata lagi: mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu. 
Allah bertanya lagi: dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku? Para malaikat menjawab: dari neraka-Mu, Wahai Tuhan kami.  
Allah bertanya: apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat menjawab: belum. Allah berfirman : apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku? Para malaikat melanjutkan: dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu. 

Beliau bersabda: Kemudian Allah berfirman: Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan. 
Beliau melanjutkan lagi: lalu malaikat itu berkata: _Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan -yaitu seorang yang penuh dosa- dan kebetulan lewat, lalu duduk ikut berdzikir bersama mereka. Beliau bersabda: Lalu Allah menjawab: Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara orang yang ikut duduk bersama mereka. HR. Bukhari dan Muslim. Subhaanallah.. اللهم إني أسألك حبك وحب من يحبك وحب عمل يقربني إلى حبك 

🌹 Ya Allah, aku memohon cinta-Mu 🌹 Aku memohon cinta orang yang mencintai-Mu 🌹 Dan aku memohon cinta terhadap amalan yang mendekatkanku kepada cinta-Mu 🌹 Aamin
Selengkapnya...

RUGINYA ORANG BERSELISIH

🔹Kalau berselisih dengan pelanggan walaupun kita menang, pelanggan tetap akan lari... 
🔹Jika berselisih dengan rekan sekerja walaupun kita menang, tiada lagi semangat bekerja dalam tim... 
🔹Bila berselisih dengan bos walaupun kita menang, tiada lagi masa depan ditempat itu... 
🔹Ketika berselisih dengan keluarga walaupun kita menang, hubungan kekeluargaan akan renggang... 🔹 Kalau berselisih dengan teman walaupun kita menang, yang pasti kita akan kekurangan teman... 🔹Jika berselisih dengan pasangan walaupun kita menang, perasaan sayang pasti akan berkurang... 🔹Bila berselisih dengan siapapun walau kita menang, pada prinsipnya kita kalah. Sesungguhnya yang menang hanyalah Ego diri sendiri.... Yang tinggi dan naik adalah Emosi... Dan yang jatuh adalah Citra dan Jati diri kita sendiri. "Tidak ada artinya menang dalam perselisihan". 

♥ Sahabatku... Apabila mendapat teguran, tidak usah marah atau berkelit, tapi bersyukurlah karena masih ada yang mau menegur kesalahan kita, dan itu berarti masih ada orang yang peduli untuk memperhatikan kita... Jaga selalu kekompakan dalam kebersamaan, jaga lisan, perbuatan dan tulisan agar tidak ada hati yang tersakiti... Semoga kita semua selalu menjaga ego, emosi, dan menjadi manusia yang sabar pun pandai bersyukur... Aamiin........ 

 💡Ali bin Abi Tholib berkata; "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu dan yang membencimu tidak percaya itu". Teruslah melangkah selama engkau berada di jalan yang baik dan benar, meski terkadang kebaikan tidak selamanya dihargai... Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik... Jika datang kepadamu gangguan, jangan berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih pedih, tapi berpikirlah bagaimana cara membalas dengan yang lebih baik... 

Teruslah berdoa dan berikhtiar... Sibukkan diri dalam kebaikan, hingga keburukan lelah mengikutimu...  *gemahripah*
Selengkapnya...

TIPS CUCI GINJAL ALAMIAH

Selama bertahun2 Ginjal kita menyaring darah dgn cara membuang : Garam, Racun dan zat2 lain yg tidak diinginkan memasuki tubuh kita. 
Seiring berjalannya waktu, terjadi akumulasi garam dan memerlukan perawatan dan pembersihan secara rutin dan berkala, minimal sebulan sekali. Berikut TIPS CUCI GINJAL kita secara murah dan alami. Biaya kurang Dari Rp.10.000,- 

C̲a̲r̲a̲n̲y̲a̲ ̲s̲a̲n̲g̲a̲t̲ ̲m̲u̲d̲a̲h̲,̲ ̲ s̲b̲b̲ ̲:̲ 
1. Beli seikat daun Seledri. 
2. Cucilah sampai bersih, lalu potong kecil2 dan masukkan ke dlm panci. 
3. Tuangkan air bersih, kira2 1 liter, didihkan selama 10 menit dan biarkan hingga dingin. 
4. Saring dan tuangkan kedlm botol yg bersih lalu simpan di dlm kulkas hingga dingin. Minum satu gelas setiap hari dan Anda akan melihat semua endapan garam dan racun lain yg keluar dari ginjal Anda sewaktu buang air kecil. Anda juga akan melihat perbedaan yg tidak pernah anda rasakan sebelumnya. Seledri dikenal sebagai obat ALAMI terbaik utk mencuci ginjal !!! 
Jadi tidak ada efek sampingnya !!! Silakan disebarkan ke seluruh saudara dan teman anda, agar bisa memberi manfaat bagi banyak orang yg membutuhkan informasi ini. Terutama bagi orang2 yg rutin mengkonsumsi obat2an pabrik. Semoga bisa bermanfaat !!! Sumber : group cahaya sunnah. Tips kesehatan : SAYANGI GINJAL ANDA Kalau terjadi gangguan pada ginjal, jangan buru buru cuci darah !!! Ini ada tips utk mengatasinya Biji alpokat diiris kecil kecil lalu jemur sampai kering (spt kerupuk ). Lalu di giling sampai halus, ambil serbuknya lalu buat spt kita buat kopi atau teh. Minum seperti kita minum kopi, 3 x sehari. Minumlah sampai kembali normal. Gak ada efek samping. Salam sehat. Jangan pelit berbagi ke kawan kerabat sahabat family ya. 
selamat mencoba 

MACAM MACAM PANTANGAN : 
Setelah makan semangka jangan langsung minum susu. dan 
Setelah makan manggis jangan langsung minum gula. dan 
Setelah makan durian jangan langsung minum bir dan coca cola bisa stroke. 
Setelah makan buah pear jangan langsung minum madu karena bisa mati keracunan.
Setelah makan udang jangan langsung minum vit C, krn vit C + udang = keracunan arsen (terjadi reaksi arsen dlm udang dan vit C) Madu + bawang merah = merusak mata. 
Madu + tahu = merusak pendengaran. 
Madu + susu kedelai = mengganggu pencernaan dan pendengaran. 
Madu + teh = mengganggu pencernaan. 
Madu + kepiting = keracunan. 
Madu + pear = merusak 5 organ penting / mati. 
Jangan minum jeruk atau jus jeruk saat makan sea food.. bisa jadi calcium sitrat....tidak bagus u ginjal anda... 

Kirim ke semua org yg kita sayangi.. semoga kita semua hidup sehat... Dr. Ir Budi Indarto Prof. Dr. Ir. Susilo, SH, MH, Mm. Semoga kita semua diberi KESEHATAN....... AAMIIN SEMOGA BERMANFAAT
Selengkapnya...

Pentingnya HIDAYAH

🌼 Sahabat PKD, doa yang pertama yang termaktub dalam Al Qur'an bukanlah doa meminta surga, bukan juga doa meminta perlindungan dari api neraka. 
 📝 Doa yang pertama yang Allah ajarkan kepada kita dalam Al-Quran adalah doa meminta hidayah (lihat surat Al-Fatihah ayat 6). Karena masuk surga dan terlindungi dari api neraka harus didahului dengan hidayah. Tidak hanya didahului dengan hidayah, masuk surga juga harus mati dengan menggenggam hidayah 

🌼 Sahabat PKD, banyak lembaran-lembaran catatan sejarah menjelaskan kepada kita bahwa banyak orang yang diawal hidupnya bertabur iman, tetapi mereka matinya murtad. 
👤 Rajjal bin unfuwah,seorang sahabat Nabi. Sempat dipuji oleh Abu Bakar radhiallahu 'anhu dan dipilih untuk dijadikan sebagai delegasi untuk mendakwahkan islam kepada Nabi palsu Musailamah Al-Kadzab. Namun akhirnya meninggal dalam keadaan murtad. 
👤 Ubaidilah bin Jahsyi, yang pernah menyelamatkan agamanya sampai ke Habasyah ketika Nabi masih di Makkah. Ikut dalam hijrah pertama dan kedua ke habasyah, namun meninggal dalam keadaan murtad. 

🌼 Sahabat,inilah yang kita harus khawatirkan. Setiap amalan tergantung pada akhirnya. Seringnya kita tertipu dengan banyaknya amal ibadah yang kita kerjakan sehingga sombong merasa bahwa akan masuk surga. Padahal tidak ada yang menjamin bahwa kita akan mati dalam keadaan beriman Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ 🍃"Sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli surga sehingga jarak antara dirinya dengan surga hanya hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya lalu dia beramal dengan amalan ahli neraka, lantas ia memasukinya. Dan sesungguhnya ada salah seorang dari kalian beramal dengan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dirinya dengan neraka hanya tinggal satu hasta, tapi (catatan) takdir mendahuluinya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, lantas ia memasukinya."🍃 📚(HR. Bukhari no 3208) 

🌸 Ada juga yang sebaliknya, seorang yang hidupnya ditaburi dengan amalan penduduk neraka tapi akhirnya masuk surga. Contoh nyatanya adalah Usairim bin Abdil Asyhal. Seorang sahabat Nabi yang masuk surga tapi keningnya tidak pernah dipakai untuk sujud kepada Rabbnya. Saat masuk islam sedang terjadi peperangan. Belum sempat sholat dia ditakdirkan mati syahid 

🌼 Sahabat, Hidayah hanya milik Allah dan tidak ada yang menjamin kita mati dalam menggenggam hidayah.Inilah alasan kita harus terus meminta hidayah. Bahkan kita diwajibkan meminta hidayah 17 kali dalam sehari semalam. اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ 🍃"Tunjukilah kami jalan yang lurus"🍃 📚(QS.Al-Fatihah : 6 ) يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ 🍃"Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”🍃 📚(HR. At-Tirmidzi)
Selengkapnya...

Ketika Islam Berjaya

Surat dari Kaisar Romawi kepada Mu’awiyah : 

"Kami mengetahui apa yang terjadi antara kalian dengan Ali bin Abi Tholib, dan menurut kami, kalian-lah yang lebih berhak menjadi khalifah dibanding dia (Ali bin Abi Thalib). Kalau kamu mau, akan kami kirimkan pasukan untuk membawakan kepadamu kepala Ali bin Abi Thalib". 

Mu’awiyah menjawab surat tersebut sedemikian : 
Dari Muawiyah kepada Heraklius (Hiroql) : "Apa urusanmu ikut campur urusan dua saudara yang sedang berselisih? Kalau kamu tidak diam, akan aku kirimkan pasukan kepadamu yang bagian terdepan berada di tempatmu dan yang terakhir berada ditempatku ini, yang akan memenggal kepalamu dan membawakannya kepadaku, dan akan aku serahkan kepada Ali.”  

🌿Ketika kita berjaya🌿 
Khalid bin Walid mengirim surat kepada Kaisar Persia : “Berislamlah maka kalian akan selamat, atau akan aku kirimkan kepadamu pemuda yang cinta kematian sebagaimana kalian yang cinta dunia.” Ketika membaca surat tersebut. 
Kaisar Persia menyurati Raja Cina dan memohon bantuan darinya. 
Maka Raja Cina menjawab surat tersebut : 
“Wahai Kaisar... Aku tak sanggup menghadapi kaum yang andaikata mereka ingin memindahkan gunung, maka akan dipindah gunung tersebut.” 

 🌿Ketika kita berjaya🌿 
 Di era kekhilafahan Utsmaniyyah, setiap kapal-kapal Utsmaniyyah melintasi pelabuhan Eropa, maka gereja-gereja berhenti membunyikan lonceng mereka karena takut dengan kaum Muslimin. Mereka takut kota mereka ditaklukkan kaum Muslimin. 

 🌿Ketika kita berjaya🌿 Seorang pendeta Italia berdiri di salah satu lapangan di sebuah kota. Dalam pidatonya ia mengatakan : “Sangat disayangkan sekali... kami melihat pemuda kaum Nasrani mulai meniru kaum Muslimin Arab dalam gaya berpakaian mereka, gaya hidup mereka dan cara berpikir mereka". Sampai-sampai bila ada yang ingin berbangga dihadapan pasangannya, ia mengatakan kepada pasangannya “uhibbuki” dengan menggunakan bahasa Arab. Dia ingin menunjukkan kepada pasangannya betapa terpelajarnya dirinya karena mampu berbicara bahasa Arab. 🌿Ketika kita berjaya

🌿 Pada era kekhilafahan Utsmaniyyah. Di depan setiap rumah terdapat dua buah palu, palu kecil dan palu besar, ketika diketuk palu yang besar, semua yang di dalam rumah mengerti bahwa yang mengetuk adalah seorang lelaki, maka salah seorang lelaki pulalah yang membukakan pintu. Dan ketika diketuk palu yang kecil, semua yang di dalam rumah mengerti bahwa yang mengetuk adalah seorang wanita, maka salah seorang wanitalah yang membukakan pintu. Dan ketika di dalam rumah ada yang sakit, digantung bunga merah, yang dengan itu para tamu kalau di dalamnya terdapat orang sakit dan dengan itu tidak menimbulkan suara yang mengganggu orang sakit tersebut. 

🌿Ketika kita berjaya🌿 

Pada malam peperangan Haththin di mana ketika itu kaum Muslimin merebut kembali Baitul Maqdis dan mengalahkan Kaum Salibis, komandan perang Sholahuddin Al-Ayyubi berpatroli memeriksa kondisi kemah pasukannya, ia mendengar salah satu tenda para pasukannya sedang qiyamullail dan tenda lainnya sedang berdzikir kepada Allah. Tenda lainnya sedang dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Sampai suatu saat ia melewati tenda yang para pasukan di dalamnya sedang tertidur lelap. Lalu ia mengatakan kepada orang-orang yang bersamanya: “Melalui pasukan ini kita akan kalah...”.⁠⁠⁠⁠
Selengkapnya...

Rabu, 26 Juli 2017

Halal Bi Halal

Hikmah halal bihalal PKD

Ahad, 16 Juli 2017
oleh : Alustad Widodo

Assalamu alaykum warohmatullohi wa barokatuhu .

Segala puji bagi Alloh, ats segala nikmarnya sholawat dan salam untuk Rosullulloh, keluarga, sahabat dan ummatnya, semoga kita semua tergolong ummatnya ,sehingga berhak mendapat syafaat darinya Aamiin. 
Diawali dengan kisah survey “Lafadz LaiIaha ilallah dan Sakaratul Maut” Survei ini disampaikan dalam sebuah ceramah yg diisi bukan penceramah kondang dan mahal… tapi oleh ustadz Komarudin pensiunan pegawai RS Islam Jakarta bagian kerohanian Salah satu kegiatan yg menjadi tanggung jawab beliau adalah membimbing seseorang untuk mengucapkan kalimat ,,,LA ILAHA ILLALLAH,,, di saat sdg sakaratul maut Beliau melakukan survey / riset kecil2an yg hasilnya sbb Dari 1000 orang yg sdg mengalami sakaratul maut Hanya 7 % saja yg mampu mengucapkan Kalimat ,,,LA ILAHA ILLALLAH,,, selebihnya tidak mampu atau hanya 70 orang dari 1000 orang yg mampu mengucapkan LA ILAHA ILLALLAH


Kemudian Ustadz Komarudin ini bertanya kepada pihak keluarga yg 70 orang meninggal itu. 

Apa saja kegiatan sehari-hari almarhum/almarhumah ini. 
Ternyata jawaban dr pihak keluarga semua rata2 sama yaitu: 
1. Almarhum/almarhumah ini selalu menjaga sholatnya 
2. Selalu membaca Al Quran 
3. Istiqomah dlm bersedekah, meskipun hanya Rp 5000 perhari 
4. Tidak memakan harta dg cara yang batil 
5. Tidak memutus tali silahturahmi dg siapapun Kesimpulan Survey : Ternyata Perkara mengucapkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH di saat Sakaratul maut bukanlah perkara yg mudah, sangat sedikit orang yang mampu melakukannya Semoga survey ini bermanfaat & kita termasuk ke dlm orang-orang yang mendapatkan husnul khotimah… Aamiin yaa rabbal’alamiin…


materi selanjutnya , mengajak jamaah menjaga amal dan meningkatkan ba'da Romadhon antara lain:

1.melanjutkan shoum 6 hari di bulan syawal
2.menjaga sholat 5 waktu berjamaah di masjid bagi laki-laki, menambah dengan sholat sunnah rowatib dan nawafil
3.belajar Al-qur'an dan senatiasa mempelajarinya dan mengamalkannya semampu mungkin.
Selengkapnya...

Selasa, 13 Juni 2017

Ku titipkan cintaku padaNya

Ku titipkan cintaku padaNya Kring…kring..kring, bunyi handpone diatas kasur menghentikan jari-jemariku yang tengah asyik mengetik di komputer. “Widya” nama yang tertera dilayar Hp ku, aku langsung mengangkatnya. “Kiyaaa !!” belum sempat aku bilang salam, Widya sudah berteriak diujung sana. Aku terpekik kaget mendengar teriakan cemprengnya. Kujauhkan sedikit handponeku dari telinga. “ Assalamu’alaikum, Bukannya salam malah teriak-teriak” gerutuku kesal “Wa’alaikumussalam, maaf Ki aku lupa saking senengnya. Ada kabar gembira untukmu dan kamu pasti sangat senang mendengarnya” seru Widya diujung telepon sana. “Daffa Amrullah, penulis kesayanganmu itu minggu depan akan hadir di kampus kita” lanjutnya dengan teriakan yang lebih kencang lagi. Aku berjengit kaget mendengar teriakannya sekaligus senang mendengar kabarnya. “Serius? Kamu dapat info darimana Wid?” tanyaku penasaran. “ Dari anak-anak sastra. Tadi mereka nempelin poster acara tahunan mereka. salah satu acaranya ada bedah buku. Dan buku yang dibedahnya adalah buku “Ku Titip Cintaku Pada-Nya” karya Daffa Amrullah” jelasnya dengan antusias. “wah Alhamdulillah. Ini gak boleh ketinggalan, akhirnya bisa ketemu sama penulisnya langsung” kini giliran aku yang berteriak senang. “ Oke nanti kita beli tiketnya. Ya sudah sampai jumpa besok Ki. Assalamu’alikum” “Wa’alaikumussalam”jawabku menutup telepon. Aku tersenyum sendiri membayangkan acara minggu depan. Betapa tidak, Aku akan bertemu penulis kesayanganku. Sedang senang-senangnya membayangkan acara nanti, tiba-tiba Aku teringat sesuatu yang menguapkan rasa senangku, tugas deadlineku malam ini belum selesai. *** Namaku Zakiya Althafunnisa. Mahasiswi tingkat akhir yang sedang bergelut dengan skripsi yang minta untuk cepat diselesaikan. Aku sangat menyukai sastra, terutama Novel. Salah satu penulis yang aku kagumi adalah Daffa Amrullah. Entah sejak kapan aku begitu terpesona dengan penulis muda satu ini. Padahal usianya 2 tahun lebih muda dariku. Tapi karyanya membuat Aku sampai mengoleksi semua bukunya. Tiap untaian kata yang ia tulis di bukunya selalu membuatku berdecak kagum. Terutama novel yang berjudul “Ku Titip Cintaku Pada-Nya” mengingatkanku pada kejadian 8 tahun yang lalu. Seolah-olah Aku sedang membaca kisahku sendiri ketika Aku masih duduk dikelas dua SMA. Aku selalu bersembunyi ketika sosoknya muncul. Hampir selalu tak bisa bernapas dengan nyaman. Aku tak pernah sepakat untuk tersenyum setiap kali harus berpapasan dengannya. Kejadian ini bermula ketika MOS. Kebetulan Aku dipercaya untuk ikut membimbing murid baru karena dianggap sebagai salah satu murid yang berprestasi. Pagi itu Aku dan dua temanku sedang memberikan motivasi tentang prestasi di hadapan seluruh murid baru. Di akhir ada sesi tanya jawab. Namun, dari situlah peristiwa yang tak pernah kubayangkan terjadi. Yang bahkan cleaning service sekolah pun diam-diam tahu persis bagaimana jalan ceritanya. “Perkenalkan nama saya Muhammad Zaky, panggilannya Zaky. Ingin bertanya khusus untuk kakak yang namanya kembar dengan saya” Deg! Mata siswa yang mengaku bernama Zaky itu bertubruk dengan pandanganku. Ia tersenyum tipis dan membuat seisi ruangan geger. Aku mengangguk karena tahu siapa yang ia maksudkan. Sorak sorai tengil yang ditenggarai teman-temanku membuatku sedikit risih. “Tolong kak Zakiya sebagai salah satu murid yang berprestasi di sekolah ini menjelaskan sedikit mengenai hubungan prestasi yang kakak dapatkan dengan amal ibadah yang selama ini kakak jalankan”. Shock question? Rupanya cukup pintar juga dia, pikirku “Prestasi yang kudapatkan bukanlah prestasi jika tanpa amalan. Tentu saja dari awal usahaku selalu diiringi dengan doa. Percuma jika pintar akademik tapi tidak pintar urusan rohani. Padahal sudah jelas prioritas utama kita di dunia adalah untuk mempelajari ilmu akhirat, barulah setelah itu ilmu dunia. Makanya urusan dunia sama sekali tidak bisa dipisahkan dengan urusan agama. Semua amalan yang dilakukan haruslah berdasar pada syariat agama terlebih dahulu, barulah didasarkan pada ilmu dunia” “Contohnya?” Zaky sepertinya tak puas dengan jawabanku. “Contohnya saja kalau kita pintar memasak. Semua masakan nusantara hampir kita kuasai. Dan kita tahu ada beberapa masakan yang akan lebih enak jika dicampur dengan olahan daging Babi. Namun karena kita tahu syariat agama mengharamkan Babi sebagai bahan makanan, maka walaupun kita tahu resep yang akan membuat makanan itu enak, kita akan tetap menghindarinya. Seperti itulah implikasi amal yang kita dahulukan.” Zaky tersenyum dengan senyuman merekah. Ia bertepuk tangan dan membuat seisi ruangan mengikutinya. “Aku tahu kakak akan menjawab dengan cerdas. Aku suka jawaban kakak. Sekarang aku baru percaya bahwa tidak semua orang cerdas, melalaikan ilmu rohaninya. Aku menyukaimu kak Z-A-K-I-y-a” ucapnya dengan penuh penekanan dalam mengucapkan namaku. Sorak sorai terdengar menggema kencang setelah Zaky mengakhiri perkataannya. Aku maju kedepan dan berusaha mengondusifkan suasana ruangan dengan sedikit menggedor meja depan. “Dengar kalian semua, terutama kamu Zaky. Jangan bertindak tidak sopan terhadap kakak kelas. Aku bukan bahan candaan. Dan saya tidak suka dicandai seperti itu. Paham?” mataku melotot tajam dan berhasil membuat seisi ruangan terdiam. Zaky tiba-tiba berdiri dari bangkunya. “Tapi aku tidak bercanda kak Zakiya, aku serius saat mengatakan aku menyukai kakak” Aku tidak mengerti lagi dengan pemuda ini. Berulangkali aku mengatur napas agar emosiku tak meledak, tapi ia berhasil memancingnya. “Dengar dan perhatikan adik kelasku Zaky. Kamu ini masih kecil. Baru lulusan SMP. Berkata-kata tanpa berfikir mungkin masih jadi ciri khasmu. Tapi mulai sekarang berhentilah karena kamu sudah menginjak SMA. Dan ingat dalam kamus besarku tidak ada yang namanya suka menyukai. Kalau mau seperti itu ya lebih baik menikah saja. Mengerti?” Zaky tertawa kecil. Keningku berkerut tidak mengerti kenapa ada anak seberani dia “Yah kakak, aku jadi makin suka sama kakak kan. Memang benar pacaran itu riskan dengan zina. Maka izinkanlah saya untuk meminang kakak 8 tahun kedepan setelah saya lulus kuliah dan mendapat pekerjaan”. Sial pemuda ini sudah kelewat batas. Benar-benar tak tahu sopan santun. “Sudah kubilang kan aku tidak suka lelucon semacam ini. Dan asal kamu tahu, tidak ada yang bisa mendahului kehendak Allah masalah jodoh. Berani sekali kamu berkata ingin meminang dan obral janji kosong. Jangan pernah mengucapkan kata-kata yang memuakkan. Ini peringatan terakhir” semua orang shock mendengarku mengeluarkan sumpah serapah. Aku sendiri hampir tersedak karena berkata kasar dan menghinakan seperti itu. Sesaat kemudian, Aku keluar dari pintu dan tidak mau mengurusi kelas menjengkelkan itu lagi. Bahkan setelah Aku terang-terangan mendamprat Zaky saat MOS, laki-laki itu tetap saja berani menyapaku, bertingkah manis ketika bertemu. Hingga tahun berikutnya dia tak lagi menggangguku. Kabar yang kudengar adalah dia pindah rumah ikut keluarganya. Sampai saat ini Aku tak pernah lagi mendengar kabarnya. Entahlah bagaimana kehidupan dia selanjutnya Aku tak tahu. Terkadang terbersit harapan agar sosok seorang Daffa menjadi pendampingku kelak. Namun, segera kutepis harapan itu. Aku tak boleh membiarkan angan itu berkembang menjadi rasa yang tak wajar. Dan sepertinya harapan itu tak akan terwujud, karena tadi malam Ayah menawarkanku seorang lelaki yang kemarin datang untuk bersilaturahmi dan mengajakku ta’aruf. Aku sudah beralasan bahwa Aku ingin menyelesaikan kuliahku dulu. Namun, ayah bilang itu bukan jadi masalah. Melihat sorot mata mereka yang penuh harapan, terlebih merasakan kelembutan tangan Ibu yang selalu membelaiku, Aku tak mampu melukai hati mereka. Aku tak ingin mengecewakannya, sungguh Aku tak ingin mematahkan harapan mereka. melihatku hanya tertunduk diam, Ibu membelaiku dan berkata “Putriku, Ayah dan Ibu tidak pernah memaksamu untuk menerima ini semua, tapi percayalah karena kasih sayang kami, kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Insya allah dia calon imam yang baik dan bertanggung jawab untukmu. Pikirkan baik-baik ya sayang” Aku hanya mengangguk dan pamit untuk masuk ke kamar. Setelah 3 hari lamanya berfikir dan bermunajat kepada Allah akhirnya pagi itu Aku memutuskan untuk bicara kepada Ayah dan Ibu. Bismillah, ucapku dalam hati. “Ayah Ibu, jika memang menurut Ayah dan Ibu dia seorang laki-laki yang baik, muslim yang taat, dan bisa menjadi imam yang baik dalam rumah tanggaku kelak. Aku tak mungkin sanggup menolaknya” “Alhamdulillah” ucap Ayah dan Ibu serentak lega. ”kalau begitu besok Ayah akan menyuruh dia dan keluarganya datang untuk melamarmu. Kalau cocok langsung tentukan hari pernikahan kalian” lanjut Ayah. Karena Aku takut akan ragu saat melihatnya, biarkan Aku melihat calon suamiku nanti setelah akad. Setelah ia halal untukku. “Tidak Ayah. jika memang ia berniat untuk menikahiku, lusa kita adakan pernikahannya dan kenalkan Aku dengannya setelah akad nanti. Aku percaya pilihan Ayah dan Ibu pasti yang terbaik untukku” pintaku Walaupun awalnya Ayah dan Ibu ragu dengan permintaanku, namun akhirnya mereka pun menyetujuinya. Akhirnya hari pernikahan itu telah tiba, semua tamu sudah mulai berdatangan. Bahkan calon pengantin laki-laki sudah tiba dan memasuki mesjid tempat ijab qobul. Sementara Aku duduk didepan cermin menunggu ijab qobul itu di bacakan dengan perasaan bercampur aduk. Terdengar sayup-sayup suara ijab qobul itu. “Dengan ini saya Muhammad Zaky Daffa Amrullah, saya terima nikahnya dan kawinnya Zakiya Althafunnisa binti Abdullah dengan mas kawin tersebut tunai” Subhanallah, Kini Aku sudah menjadi isteri orang yang belum pernah aku mengenalnya. Tak terasa air mataku mengalir. Namun, tiba-tiba Aku terfikirkan sesuatu. Sepertinya nama suamiku itu tidak asing ditelinga. Nama panjangnya sama dengan penulis idamanku itu. “Ah sudahlah, mungkin hanya kebetulan sama” pikirku. Tak lama Ibu masuk kamar dan membawaku keluar menuju mesjid untuk bertemu dengan suamiku. Dengan perasaan tak menentu, jantung berdetak tak beraturan. Sungguh Aku tak mampu menatap wajahnya. Ayah menyuruhku untuk bersalaman dan mencium tangan suamiku. Namun Aku belum mampu menatap wajahnya. Lalu suamiku mengangkat daguku dengan lembut. Dengan hati bergetar perlahan Aku menatap wajahnya. “Kak Zakiya, seperti janjiku padamu dulu aku kembali setelah 8 tahun Aku Titip Cintaku Pada-Nya.” ujarnya lembut dengan senyum yang menawan. Aku terkejut tak percaya. Bagaimana bisa ternyata Ayah telah menjodohkanku dengan Muhammad Zaky, bocah kecil yang dulu begitu tekad ingin menikahiku. Dan yang berdiri dihadapanku kini telah sah menjadi suamiku adalah seorang penulis yang menjadi idolaku, Daffa Amrullah. “Kau? eh..em maksudnya? bukankah kamu Daffa Amrullah yang penulis itu?” tanyaku bengong tak percaya dengan penglihatanku sendiri. “Ya. Aku Muhammad Zaky, laki-laki yang 8 tahun lalu berjanji akan menikahimu dan aku juga Daffa Amrullah. Apakah kau benar-benar tak mengenaliku?” tanyanya dengan tersenyum merekah. Aku terperanjat, antara tak percaya bercampur bahagia. Aku menggelengkan kepala tersenyum malu. Aku sama sekali tak pernah memperhatikan secara seksama wajahnya, dan tak pernah menyangka. “ta..tapi bagaimana bisa? Darimana kamu bisa tahu bahwa ini adalah aku Zakiya yang dulu?” tanyaku semakin penasaran. “Aku sudah tahu semua tentang dirimu dengan bantuan ayahmu, karena beliau teman baik ayahku. Dan aku tidak menyangka pernikahan kita akan secepat ini. Padahal aku akan memberikan kejutan setelah acara bedah buku di kampusmu nanti” ucapnya seraya menggenggam tanganku dengan lembut dan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya. Aku hanya terpaku tak mampu berkata apa-apa. Sungguh ini suatu anugerah terindah untukku. Terima kasih Allah pkdringo,gemahripah Sumber: http://www.dakwatuna.com/2017/01/30/85270/kutitip-cintaku-nya/#ixzz4jwcvwwd2 Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook Selengkapnya...

Kamis, 23 Juli 2015

dakwatuna.com – Pasangan suami istri yang dikaruniai buah hati, lantas mengaku-ngaku telah menjadi orang tua sesungguhnya tengah terjerembab ke dalam satu dari sekian banyak kesalahan yang sering diperbuat orang kebanyakan. Ibarat seorang bocah ingusan yang hanya karena telah memegang bola lantas mengaku-ngaku sebagai pesepakbola kenamaan, padahal bukan bola yang menjadikan ia pesepakbola, keberadaan ayah dan ibu serta anak sekalipun tak lantas menjadikannya sebagai keluarga. Sebuah gelar dan posisi selalu menghadirkan konsekuensi, tanggung jawab menyertai, proses harus dilewati, mesti siap dievaluasi, bahkan hingga setelah mati di akhirat nanti. Orang tua ialah posisi yang mulia, gelar yang tak sembarang orang memakainya, orang pilihan yang diamanahi titipan, anak yang harus dididik dan dibesarkan, tak sekadar diberi makan atau jajan, tetapi mesti dicurahi cinta dan dibaluti sayang. Allah mengamanahkan anak sebagai titipan, jangan sampai dititipkan lagi, karena tak mungkin Allah salah menitip, jangan khianati amanah meski susah payah. Banyak pribadi yang kesepian, mereka merasa sendiri dalam kebersamaan, ada atau tiadanya keluarga tak bisa dibedakan, jasad dan pikiran telah berada di tempat yang berlainan, dikerubuti kebingungan dan diselimuti kehampaan. Dokter yang malpractice hanya dapat menghilangkan nyawa pasien, arsitek yang malpractice hanya dapat meruntuhkan bangunan yang didesain, namun orang tua yang malpractice akan membuat anak-anak dan beberapa generasi manusia setelahnya hidup menjadi alien, tak tahu bagaimana hidup dan merasa selayaknya manusia, beberapa bagian nurani mungkin mati hingga mereka tak tahu cara memuliakan pribadi, beberapa bagian akal pikiran mungkin teracuni hingga mereka berbuat banyak kerusakan di muka bumi. Mereka yang hidup terlunta-lunta dan menginginkan cinta namun belum bisa meraihnya. Pribadi-pribadi yang kelaparan cinta, ayah yang mengharap cinta istri dan anaknya, ibu yang mengharap cinta suami dan anaknya, anak yang mengharap cinta ayah ibunya. Cinta, sepanjang sejarah manusia senantiasa berada di peringkat pertama sebagai rasa yang paling ingin dimiliki manusia yang dengan memilikinya manusia berharap bahagia. Banyak pribadi yang kaya harta namun miskin kata-kata, mengaku-ngaku orang tua namun nyata-nyata hanya berfungsi layaknya ATM bersama, didekati saat ada yang diingini, dijauhi ketika tiada lagi mampu memberi. Mereka miskin kreativitas, tak mampu memperlakukan keluarga dengan pantas, tak berkomunikasi sering dijadikan jalan pintas, cari aman meski hubungan menjadi tak berkualitas. Mengaku-ngaku orang tua akan tetapi buta akan cinta, anak-anak dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa rasa sayang. Wahai ayah wahai ibu, tak cukup hanya didoakan, anak-anak butuh kecupan penuh kehangatan, butuh dikayakan dengan penghargaan, bukan direndahkan melalui meja penghakiman. Anak-anak membutuhkan rasa aman dan nyaman, tak butuh ledekan atau gertakan. Lebaran kali ini mari kita kembali renungi, hak dan kewajiban apa saja yang belum dipenuhi. Tali cinta dan tali kasih yang perlu diperbaiki, jangan sampai dirusak atau diputus lagi. Tak perlu alasan untuk mencintai, tak perlu cari-cari alasan sehingga ingin membenarkan benci. Tak mencari-cari jalan untuk lari, tetapi mencari arah yang sama untuk dapat bertemu kembali. Orang tua adalah pendidik, pengapresiasi, pencinta, dan pemberi warna. Orang yang pertama kali menyatakan dukungan dan orang terakhir yang menaruh keraguan. Dan keluarga adalah tentang membicarakan hidup secara terbuka, pembicaraan yang hanya menyediakan tempat bagi kebaikan saja, tak ada cerca mewujud menjadi kata, tak ada hampa dalam tiap sorot mata, setiap anggota keluarga antusias demi hubungan yang berkualitas. Hidup berkeluarga bukan tentang berlelah-lelah mencari siapa yang salah, hidup berkeluarga adalah tentang menawarkan diri untuk menjadi bagian dari solusi, menggunakan segala daya untuk bahagia bersama. Ramadhan yang telah dijalani, menjadi sekolah yang amat berharga bagi tiap pribadi. Memaafkan bukan lagi pilihan, kebersamaan bukan lagi keterpaksaan, semua hadir karena suatu keinsafan, berharap ridha dan ampunan dari Allah Yang Maha Rahman, Yang Maha memberikan bahagia kepada manusia yang dikehendakinya. Berkeluarga membawa konsekuensi dunia akhirat, tiada yang dituju selain jalan selamat, yang mesti diawali lurusnya niat, menjadi keluarga itu lillah, tak masalah meski sampai berlelah-lelah. Dinamika kehidupan sering membuat tiap pribadi hilang kendali, Idul Fitri adalah saat yang tepat untuk kembali menetapkan visi, agar perjalanan hidup berkeluarga tak hilang arah lagi. Visi hidup keluarga Muslim ialah “Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka” (QS. At-Tahrim [66] ayat 6). Misi hidupnya adalah “Beribadah Kepada Allah Swt.” (Adz-Dzaariyaat ayat 56). Pedoman hidupnya adalah Alquran (Al-Baqarah ayat 2) dan as-Sunnah (Al-Ahzab ayat 21). Semboyannya “Lillahi Ta’ala”. Prinsipnya “Asal Allah Suka, Semua Suka-suka Allah”, karena Allah Swt. sebagai pencipta pasti memberi yang terbaik bagi hamba-Nya. Tidak ada kata “tidak peduli” dalam keluarga yang bervisi Islami. Masing-masing berbagi peran untuk saling menyelamatkan, ayah yang menunjukkan arah, ibu yang turut memandu, anak yang ikut bergerak. Tidak ada lagi kata “terpaksa”, dipaksa tidak jadi masalah, karena beberapa hal ada yang berhukum fardhu ‘ain dan fardhu kifayah, mendidik memang seni yang unik, ketegasan dan aturan memang diperlukan, dan standar yang terbaik ialah yang telah Rasulullah Saw. contohkan, kalaupun harus memukul ada standar yang harus ditaati dan tentu bukan untuk tujuan menyakiti. Jika kita mencontoh Rasulullah Saw., tak pernah kita mendapati beliau mendidik dengan caci maki atau berbicara dengan cara yang menyakiti. Rasulullah saw. selalu menghadirkan bahasa pantas dan berkualitas, meneduhkan dan mencerahkan. Orang tua jangan coba-coba menetapkan standar sendiri tanpa berpegang pada tuntunan Ilahi, kacau nantinya, rapuh pondasinya. Bawalah selalu Allah dan Rasulullah, “Nak, kata Allah…” atau “Nak, kata Rasulullah…”. Anak dan Keluarga Anak ialah pendukung utama orang tua agar bisa masuk surga, sekaligus musuh utama jika dia menjadi durhaka dan menjerumuskan orang tua ke dalam neraka. Anak tak bisa memilih untuk lahir di keluarga mana dan orang tua yang seperti apa, tetapi dengan berusaha tiap anak memiliki peluang yang sama untuk menjadi insan yang berbahagia. Ayah ibu adalah orang yang paling berhak menerima baktimu, perlakuan terbaikmu, kata-kata terindahmu, dan upaya mati-matianmu. Paling berhak atas pemaafanmu atas sedalam apapun kecewa dan rasa pedih dalam jiwa. Semua tidak mudah, tapi mari ikhlaslah. Bagi tubuh adalah nyawa yang memberi kehidupan. Jika nyawa tidak ada lagi, matilah tubuh. Bagi pribadi, ikhlaslah yang menjadi nyawanya. Pribadi yang tidak memiliki keikhlasan adalah pribadi yang mati. Meskipun dia masih bernyawa, arti hidupnya tidak ada. (Buya Hamka) Anak berbakti pastilah lebih peduli pada perbaikan keluarga dibanding mengorek-ngorek borok yang ada. Lebih senang menebar wangi dibanding menghujat dengan penuh rasa benci. Pertemuan dan kelahiran merupakan takdir yang telah Allah Swt. tetapkan, hadapi dengan penuh kesyukuran dan keikhlasan. Seraya terus berusaha dan berdoa, moga-moga Allah Swt. melimpahkan rahmat-Nya ridha-Nya serta ampunan-Nya. Menjadi berbakti adalah janji, karena cinta tak pernah dapat diterima tanpa adanya bukti. Masuk surga sekeluarga adalah cita yang sejati, usaha tanpa kenal menyerah ialah satu-satunya jalan yang harus dilewati, ikhlas dalam menjalaninya adalah harga yang tak bisa ditawar lagi. Di Idul fitri, mari jatuh cinta lagi, berkali-kali. Mari kita kekalkan cinta ini demi ridha Ilahi. Wallahu a’lam. (herlambang/dakwatuna) Selengkapnya...

Kamis, 26 Juli 2012

Memasak Dengan Limbah Tahu , Dringo,Bendung,Semin

Mereka memanfaatkan limbah tahu menjadi Biogas. Kemanapun bersembunyi di dalam rumah, Sumarni selalu terkepung bau tak sedap. Celakanya itu berlangsung hampir 24 jam selama bertahun-tahun. Bau tak sedap itu berasal dari limbah pembuatan tahu. Suami Sumarni, Amin Sugianto dan sembilan produsen lain di Dusun Dringo, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, memang membuat tahu setiap hari. Sehari menjelang hari pasaran, seorang produsen mengolah 50 kg kedelai; pada hari non pasaran, 5 kg. Dalam sepekan terdapat 2 hari pasaran. Nah, limbah pembuatan tahu itu mereka buang ke selokan selebar 100 cm dan kedalaman 1 meter. Wajar jika bau tak sedap terus menguar. Intensitas aroma tak sedap itu kian meningkat saat musim hujan. Biogas Menghadapi masalah itu warga tak berdaya. Mau protes juga tak mungkin. Sebab, para produsen itu masih kerabat atau tetangga dekat. Akhirnya selama bertahun-tahun mereka pasrah hingga pada 2007 Sumarni, Ketua UKM (Usaha Kecil Menengah) Sumber Mulyo, berembuk dengan warga lain untuk mengatasi persoalan itu. Mereka mengajukan proposal ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Yogyakarta. Hasilnya adalah pemanfaatan limbah tahu itu menjadi biogas. Akhirnya, pada Oktober 2010 masyarakat Dringo dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Yogyakarta didampingi lembaga Sanimas (Sanitasi Berbasis Masyarakat) bergotong-royong membangun instalasi biogas. Pembuatan instalasi itu membutuhkan waktu tiga bulan, sedangkan gas muncul tujuh bulan pasca pembangunan. Pembangunan instalasi biogas itu berefek ganda, yakni mengatasi persoalan limbah cair tahu sekaligus memenuhi kebutuhan bahan bakar rumah tangga. Limbah cair tahu mengandung bahan organik. Bakteri metanogen mengubah bahan organik itu menjadi biogas dalam fermentasi. Imam Sadzali dari Departemen Fisika Universitas Indonesia menyebutkan 100 kg kedelai menghasilkan 1,5 m³ atau 1.500 liter biogas. Jika dalam sehari perajin memproduksi tahu dari 50 kg kedelai, limbahnya menghasilkan 0,75 m³ atau 750 liter biogas. Energi biogas tergantung dari konsentrasi gas metana (CH₄). Semakin tinggi konsentrasi metana, kian besar energi. Menurut Periset di Pusat Penelitian Listrik dan Mekatronika LIPI, Bandung, Jawa Barat, Yaya Sudrajat, biogas tersusun oleh komponen seperti 40 % metana, 38 % karbondioksida, air dan sejumlah kecil gas lain seperti hidrogen sulfida. Namun, perombakan limbah tahu menjadi biogas lebih lama dibandingkan bahan lain seperti kotoran sapi. Sebab, populasi bakteri dalam limbah tahu lebih rendah. “Di tempat panas perlu sebulan untuk menghasilkan biogas dari limbah tahu”, kata Yaya. Apalagi di daerah dingin, tentu perlu waktu lebih lama. Untuk mengatasinya, Yaya menyarankan untuk menambhakan sepertiga bagian kotoran sapi sebagai pemancing. Maklum, kotoran sapi secara alami mengandung bakteri metanogen dari lambung rumen sapi. Menurut Yaya, setiap 1 m³ atau 1.000 l limbah tahu menghasilkan 1,3 m³ gas metana. Batu granit Kini setelah limbah tahu termanfaatkan menjadi biogas, aroma tak sedap pun hilang. Warga Desa Bendung menggunakan biogas limbah tahu untuk memasak. Sugianti, warga desa itu, menyalurkan limbah tahu cair ke instalasi biogas yang terpisah dari saluran limbah lain, terutama saluran limbah domestik yang kerap mengandung sabun atau detergen. Detergen atau sabun dapat membunuh bakteri metanogen sehingga mengganggu produksi biogas. Instalasi utama biogas terdiri dari bak kontrol, bak inlet, digester, bak pengendap, baffled reflector,dan filter anaerobik. Digester berbentuk kubah berdinding bata berdiameter 6 m dengan ketinggian 10 m. Kubah itulah “pabrik” biogas, tempat penguraian limbah cair menjadi metana. Untuk menghemat tempat dan melancarkan aliran limbah cair, kubah itu dibangun dibawah tanah. Di puncak kubah, terdapat lubang berdiameter 1 m sekaligus tempat kran pengatur dan pipa distribusi untuk mengalirkan gas ke rumah warga. Kran dan pipa pengatur ditutup buis beton yang biasa digunakan untuk gorong-gorong. “Supaya gas tidak bocor sekaligus melindungi kran dan pipa distribusi”, ujar Amin Sugianto, yang terlibat langsung saat pembangunan instalasi biogas. Digester berisi batu granit yang tersusun vertikal ditopang dinding penyekat berbahan beton cor berongga untuk pemasukan air. Batu granit berfungsi sebagai penyerap gas hidrogen sulfida penyebab bau sekaligus penjernih air sebelum dialirkan keluar. Menurut Satriyo Krido Wahono, ST., peneliti biogas di Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia LIPI, Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, kelebihan batu granit adalah memiliki porositas yang tinggi sehingga dapat menyerap kotoran di air limbah. Pemanasan global Selain itu menurut Satriyo granit kemungkinan juga berfungsi untuk menambah atau mempercepat aerasi, walaupun sebenarnya fermentasi anaerobik di dalam digester sudah memiliki kemampuan untuk menaikkan Biochemical Oxygen Demand (BOD) dan menurunkan Chemical Oxygen Demand (COD) sehingga tidak berbahaya lagi bagi lingkungan. Sebelum air limbah tahu mengalir keluar filter anaerobik, air mengendap sehingga komponen padat terpisah, lalu tersaring baffled reflector. Kedua penyaring itu-filter anaerobik dan baffled reflector-berfungsi menangkap bakteri dan sisa bahan organik agar tidak terbawa keluar. Hasilnya, air yang mengalir keluar bersih sehingga bisa mengairi sawah dan ladang. Toh, keduanya bukan harga mati. Di desa itu ada 2 instalasi biogas, salah satunya tanpa bak pengendap, baffled reflector dan filter anaerobik. Hasilnya air buangan relatif bersih sehingga dapat langsung mengairi lahan pertanian. Untuk menggunakan biogas, calon konsumen cukup memasang pipa untuk mengalirkan gas ke kompor. Hingga sekarang ada 50 kepala keluarga yang menggunakan biogas limbah tahu di Desa Bendung. Setiap kepala keluarga pengguna biogas limbah tahu membayar iuran Rp. 500 per hari alias Rp.15.000 per bulan sebagai biaya perawatan. Menurut Sumarni, angka itu hanya seperempat biaya bahan bakar bulanan masyarakat yang biasanya menggunakan minyak tanah, kayu bakar, atau LPG. Selain murah, biogaspun lebih aman. Menurut Yaya Sudrajat, tekanan biogas hanya 0,2 atm-jauh lebih rendah ketimbang tekanan elpiji yang mencapai 5 atm. Risiko meledak pun amat kecil. Selain itu, gas metana itu sumber pemanasan global. Mengolah gas menjadi bahan bakar tentu menyumbang proporsi cukup banyak dalam mengurangi pencemaran udara. (Susirani Kusumaputri) Selengkapnya...

Jumat, 11 Mei 2012

“PKS Mendingan Bubar Aja Deh…”

Bismillahirrahmanirrahim… Kita berbicara tentang sebuah partai politik di Indonesia kali ini, bukan Partai Demokrat sang pemenang pemilu 2009 atau pun Golkar pemenang pemilu 2004 atau PDIP pemenang pemilu tahun 1999, partai ini belum pernah menjadi pemenang pemilu, prestasi terbaiknya “hanya” menduduki peringkat ke-4 di Pemilu 2009 dan belum berhasil mencapai target suara yang telah dicanangkan, yaitu 20 juta suara di Pemilu 2009. Partai itu adalah Partai Keadilan Sejahtera atau PKS. Partai yang didirikan di Jakarta pada hari Sabtu, tanggal 9 Jumadil ‘Ula 1423 bertepatan dengan 20 April 2002. PKS adalah kelanjutan dari Partai Keadilan yang didirikan pada hari Senin, tanggal 26 Rabi’ul Awwal 1419 bertepatan dengan 20 Juli 1998. Partai yang sudah melahirkan banyak tokoh dalam blantika politik Indonesia, seperti Nurmahmudi Ismail (mantan menteri Kehutanan dan sekarang Walikota Depok), Hidayat Nur Wahid (mantan ketua MPR) Tifatul Sembiring (Menkominfo), Gatot Pudjo Nugroho (Plt. Gubernur Sumatera Utara), Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Irwan Prayitno (Gubernur Sumatera Barat), Sa’aduddin (Bupati Bekasi) dan tokoh lainnya. Partai ini pun banyak menghasilkan politisi muda yang cerdas, seperti Anis Matta, Fahri Hamzah, Andi Rahmat, Mahfudz Sidiq, Nasir Djamil, Mustafa Kamal dan politisi muda lainnya. Barisan wanitanya pun tak kalah hebat terlahir dari Partai ini, seperti Yoyoh Yusroh, Nursanita Naustion, Ledya Hanifa serta lainnya. Bukan di bidang politik saja, Partai ini pun banyak menelurkan para sastrawan hebat seperti Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, M. Yulius dan lain-lain. Tapi bukan kehebatannya yang akan kita bicarakan saat ini. Ini masalah nasib PKS saat ini yang terasa “memprihatinkan”. Lihat saja beberapa bulan lalu mereka dikejutkan dengan manuver dari mantan pendiri mereka, sang Presiden PKS dikatakan sebagai mantan mujahidin Afghanistan yang membuat para pemilih PKS yang tidak terlalu “ekstrem” dalam masalah jihad memikirkan ulang untuk memilih PKS karena takutnya PKS punya “hidden agenda” untuk Indonesia. Lalu sang Presiden dilaporkan ke BK DPR-RI karena menerima uang dari Jusuf Kalla yang sudah dibantah sendiri oleh JK. Sang pelapor tidak membawa bukti apa-apa, selain “katanya”. Sekjennya pun dilaporkan ke KPK terkait dugaan penggelapan dana yang sudah di-clearkan juga karena jumlahnya berbeda dengan yang diaudit KPUD DKI kala itu. Belum lagi masalah 3 petingginya yang poligami, lalu laporan ke polisi tentang presidennya dan polisi menolak laporan tersebut. Semua ini jelas terlihat bahwa memang PKS saat ini sedang memprihatinkan. Lihat saja, mana ada liputan tentang pekerjaan para kadernya di tingkat grassroot, adakah liputan tentang Forsitma (Forum Silaturahmi Majelis Ta’lim) atau liputan bahwa kader-kader partainya selalu mengadakan bakti sosial di tiap 2 bulan?? Tidak ada, yang ada paling hanya cibiran bahwa mendekati majelis ta’lim karena ingin suara, “mengadakan baksos kok pake cerita-cerita, itu riya namanya”. Apalagi yang dibutuhkan masyarakat sekarang bukan ikan tapi pancing, baksos cuma buat masyarakat jadi manja tidak mau bekerja, semua ini PKS-lah penyebabnya!!! Ketika RATUSAN RIBU kadernya turun ke jalan untuk menyuarakan keadilan untuk sesama di belahan bumi lainnya, media pun melakukan korupsi berita, paling hanya ditulis ratusan atau ribuan, dan komentar yang akan muncul hanya “PKS selalu membuat sulit warga Jakarta dengan demonya, buat macet aja!!!” semua ini PKS-lah penyebabnya!!! Tak pernah ada juga liputan tentang kader-kadernya yang berjasa, mereka lupa perda larangan merokok lahir dari para anggota DPRD dari PKS, kenaikan gaji PNS dan Tunjangan Kinerja Daerah untuk PNS DKI pun lahir dari tangan-tangan mereka, yang ada hanya “larangan merokok melanggar hak manusia dan menaikkan tunjangan PNS hanya membuat sembako tambah melambung” semua ini PKS-lah penyebabnya!! Bukan hanya dari kalangan external, dari kalangan umat Islam pun PKS seperti “pesakitan” mereka dianggap berdakwah dengan cara yang haram, demokrasi itu haram!!! Karena mayoritas ulama mengatakan itu (yang ketika ditanyakan siapa saja ulamanya, tidak pernah dijawab) padahal ini hanya masalah khilafiyah saja. PKS juga dianggap telah keluar dari ciri khas dakwah mereka, semuanya sekarang berjas dan naik mobil mewah, “biasanya tuh PKS jalan kaki, masak sekarang naik mobil, gak militan!!” Sudah keluar dari khithahnya, karena para petinggi nya sudah hubbuddunya (cinta dunia) maka para umat Islam hari ini pun semakin banyak yang mengejar dunia, semakin banyak membuat usaha biar dapat penghasilan yang banyak… semua ini PKS-lah penyebabnya!!! Mereka pun sekarang serba salah, seperti cerita tentang poligami misalnya, ketika ada yang mengatakan bahwa poligami beberapa petinggi PKS bermasalah, maka semua mencaci…”astaghfirullah ustadz kok begitu, pada zina semua” tapi ketika ditegaskan tidak ada yang bermasalah, karena PKS tidak melarang poligami, semua mencaci juga ,“ustadz gatel, doyannya kawin doang” Ketika berita keburukan mereka ada di suatu media, lihatlah link-link lainnya tentang berita itu, banyak sekali, jika kita buka satu persatu, inti pemberitaannya sama, cuma judulnya saja. Media sedang menggiring pembaca mau baca berita yang mana saja, media sedang menghidangkan para pembaca judul yang berbeda, terserah mau baca yang mana intinya PKS buruk citranya. Kalian pasti pernah dengan berita bahwa anggota dewan PKS tertanggap main judi kan?? Pasti, karena berita itu dimuat di semua media. Tapi tahukah kalian bahwa anggota dewannya sudah dipecat?? Tahukah Anda bahwa anggota dewan tersebut berasal dari eksternal PKS? Yang dirangkul untuk memastikan bawah PKS memang partai terbuka?? Hhmm sepertinya itu bukan berita yang bagus buat media, kecuali beberapa saja. Karena “bad news tentang PKS” adalah “good news” untuk media. Sekarang posisi mereka serba salah, ketika era tanzhimi dulu, kader PKS dikatakan eksklusif, tidak membaur dan ini tidak akan memuluskan dakwahnya, karena Islam itu rahmatan lil alamin, tidak tersekat, semua harus bisa menerima manfaat dari Islam, karena Islam bukan hanya untuk kader saja tapi untuk seluruh lapisan masyarakat. Tapi ketika PKS memproklamasikan bahwa mereka adalah partai terbuka, siapa saja boleh jadi anggotanya (bukan hanya kader) mereka pun dicaci, menghalalkan segala cara untuk dapat suara, berteman dengan kafir bahkan ada yang mengatakan semuanya akan masuk neraka (kayak neraka punya dia aja). PKS, oh PKS, kasihan sekali nasib kalian, apapun yang kalian lakukan akan ada penentangnya, mending mundur sajalah, bubarkan partainya, kan enak tidak perlu mendengar cibiran banyak orang? Jangan nekad deh PKS. Ada bom buku di Utan Kayu aja, kalian kena getahnya. Jangan-jangan ketika misalkan kader kalian menjadi presiden suatu saat nanti, akan ada kudeta berdarah dari masyarakat, karena kalian tidak pernah disuka. Tapi, ya kalau kalian tetap nekad, tetap kuat dengan cibiran semua pihak, tetap kokoh strukturnya, tetap membaca Qur’an walau buat acara di hotel, tetap membina ribuan halaqah yang di dalamnya membicarakan kebaikan, tetap banyak mendirikan sekolah islam terpadu dan pesantren-pesantren tahfizh, tetap kuat bekerja di grassroots, membina majelis ta’lim, membina pengajian kantoran, pengajian karang taruna, membina banyak majelis ta’lim membina rohis-rohis sekolah dan LDK kampus, ya sudah, saya tidak bisa banyak berkata, kau teruskan saja apa yang selama ini sudah kau lakukan, wahai PKS. Dan izinkan aku ada di dalam barisan kalian, seraya meneriakkan takbir dan berkata “bekerja untuk Indonesia adalah ibadah”. Selengkapnya...